KOTA BEKASI – Sejumlah pedagang dan pengunjung di Pasar Baru Bekasi, Kelurahan Duren Jaya dan Margahayu, mengeluhkan kondisi infrastruktur yang memprihatinkan. Pasalnya, genangan air berbau menyengat terus muncul di area pasar dan terminal bus meskipun cuaca sedang cerah atau tidak turun hujan.
Genangan tersebut diduga kuat berasal dari kebocoran saluran septic tank di sekitar Terminal Bus dan Pasar Baru Bekasi, wilayah RW 01. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat setempat.
Bau Menyengat dan Mengganggu Ibadah
M. Wanda, perwakilan warga sekaligus perwakilan dari pedagang dan konsumen, menyatakan bahwa masalah ini sudah berlangsung cukup lama namun belum ada penanganan permanen. Menurutnya, air yang menggenang bukan sekadar air kotor biasa.
“Airnya terus menggenang padahal tidak hujan. Kami menduga ini berasal dari septic tank sekitar terminal dan pasar. Selain baunya yang sangat menyengat, ini juga persoalan najis, karena banyak warga dan pedagang yang melintas untuk menuju tempat ibadah,” ujar Wanda kepada media, Selasa (13/1/2026).
Senada dengan Wanda, para pedagang di sekitar lokasi juga mengeluhkan penurunan omzet akibat pembeli yang enggan mampir karena jijik melihat genangan air yang tampak keruh dan berbau tersebut.
Desak Dinas Terkait Segera Bertindak
Kondisi ini mencakup wilayah perbatasan antara Kelurahan Duren Jaya dan Kelurahan Margahayu. Masyarakat berharap Pemerintah Kota Bekasi tidak menutup mata terhadap persoalan sanitasi di pusat ekonomi rakyat ini.
Warga secara khusus meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta dinas terkait lainnya untuk segera melakukan peninjauan lapangan dan perbaikan drainase maupun sistem pengolahan limbah di area tersebut.
“Kami sangat berharap ada tindak lanjut segera dari Pemkot Bekasi, khususnya Dinas PU. Jangan dibiarkan berlarut-larut karena ini menyangkut kesehatan lingkungan dan kelancaran usaha para pedagang kecil di sini,” pungkas Wanda.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respon resmi dari pihak terkait mengenai langkah konkret yang akan diambil untuk mengatasi kebocoran yang diduga berasal dari limbah domestik tersebut. (Linov)