JAKARTA — Sebuah inisiasi yang dikemas dalam kegiatan Anjangsana Sosial (ANSOR) Remaja Islam Sunda Kelapa (RISKA), resmi digelar dengan simbolisasi revitalisasi Musala Nur Hidayah, di Kp Beting, RT 008, RW 018, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Minggu/Ahad (8/3/2026).

Diketahui, ANSOR adalah program tahunan RISKA yang dilaksanaka setiap bulan suci Ramadan dan telah berjalan selama 52 tahun. 

Tahun ini, kegiatan ANSOR menargetkan sebuah musala di tengah kota Jakarta yang kondisinya sudah tidak lagi layak digunakan.

Karena itu melalui ANSOR, RISKA berhasil mewujudkan harapan masyarakat setempat dengan penggalangan dana yang mencapai lebih dari Rp 220 juta. Dana tersebut diperoleh dari sponsor, donatur, serta rangkaian acara Ramadhan Bersama RISKA (RBR) 2026.

Regina Siti Febriyani selaku perwakilan yang telibat dalam ANSOR 2026 menyampaikan bahwa terdapat empat kegiatan pokok dalam ANSOR kali ini. 

“Pertama, kegiatan utamanya adalah revitalisasi. Ini termasuk dalam pengadaan fasilitas dan renovasi infrastruktur musala,” kata Regina dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).

Selain perbaikan musala, terdapat rangkaian acara lain yang dilaksanakan di sekitar lokasi tersebut. Di antaranya, cek kesehatan gratis yang bersinergi langsung dengan Puskesmas Koja dan juga Puskesmas Pembantu (Pustu) Tugu Utara untuk petugas kesehatannya.

Ada pula edukasi dan penyuluhan kesehatan yang turut dilakukan oleh pihak puskesmas tersebut.

“Edukasinya ini sasarannya anak-anak TPA dan TPQ, kemudian temanya sendiri yaitu tentang adab dan akhlak. Lalu, ditambah juga ada sharing session dari dokter gigi Tammy yang akan menjelaskan mengenai kesehatan gigi,” jelas Regina.

“Yang kedua ada edukasi untuk dewasa. Edukasi dewasa ini yang tadi berhubungan dengan penyuluhan kesehatan. Ketiga, ada edukasi Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) yang disampaikan langsung oleh DKM Masjid Agung Sunda Kelapa” lanjutnya.

RISKA juga menggelar edukasi remaja masjid dengan berkolaborasi bersama remaja masjid di sekitar Jakarta, seperti Youth Islamic Study Club (YISC) Al-Azhar, Remaja dan Pemuda Islam Masjid Raya Bintaro Jaya (REMISYA), Asosiasi Remaja Masjid Istiqlal (ARMI), dan remaja masjid lainnya yang dikemas dalam bentuk focus group discussion (FGD) yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum RISKA, Rizaldi.

Terakhir, Regina menyebut RISKA memberikan paket berbagi kepada 242 orang warga sekitar yang terdiri atas DKM (Dewan Kemakmuran Masjid), Marbot, pengurus majelis, Guru TPA TPQ, lanjut usia (lansia), dhuafa, hingga disabilitas dan yatim piatu.

“Jadi di sekitar situ ada dua rumah Qur’an gitu ya rumah Qur’an namanya  TPA Ceria dan juga TPQ Al-Istiqomah, kami bagikan kepada mereka,” kata Regina.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang menyasar daerah pelosok, tahun ini RISKA memilih merevitalisasi musala di tengah kota Jakarta.

Menuru Eni Kusmawati selaku pengurus RISKA yang telah aktif terlibat di berbagai kegiatan sosial, pemilihan itu dilakukan lantaran ia melihat keberadaan tempat ibadah di wilayah Jakarta masih ada yang terbelakang dari sisi pembangunannya.

Sementara kebermanfaatan musala itu, sangat diperlukan untuk keberlangsungan tempat ibadah.

“Harapannya juga menjadi media silaturahmi supaya kami bisa menambah kebermanfaatan enggak cuma di Masjid Agung Sunda Kelapa, tapi juga di sekitar-sekitarnya,” jelas Eni dalam keterangannya, Minggu/Ahad (8/3/2026)

“Kemarin juga kami survei ke beberapa masjid, terus ditimbang, dirasa manfaatnya yang lebih bermanfaat (merenovasi Musala Nur Hidayah),” lanjutnya.

Eni menyampaikan, tempat ibadah menjadi tempat yang seharusnya nyaman untuk semua orang. Namun kondisi Musala Nur Hidayah yang memprihatinkan, membuat ia bersama RISKA tergerak untuk melakukan beberapa pembenahan agar tempat tersebut kembali layak digunakan.

Lebih lanjut, Eni menyebutkan estimasi biaya revitalisasi mencapai 90 juta. Hingga saat ini, dana yang terkumpul baru sekitar 55 juta. Oleh karena itu, revitalisasi RISKA masih membuka penggalangan dana selama proses revitalisasi musala berlangsung untuk mencari sisa 35 juta. 

Adapun donasi tersebut dapat disalurkan melalui nomor rekening BSI 729-992-0008 atas nama Remaja Islam Sunda Kelapa. 

 

Sementara itu, Abdullah Faqih, pengurus RISKA mengaku tertarik dengan kegiatan ANSOR ini lantaran sudah melihat langsung kondisi Musala Nur Hidayah.

Faqih bersaksi, tempat ibadah umat Islam itu mengalami kerusakan di beberapa bagian, seperti tempat wudu, atap yang bocor, serta alat-alat salat yang sudah tidak layak pakai.

“Karena kan namanya kita beribadah menghadap Tuhan, seharusnya diberikan hal yang terbaik lah. Makanya dengan ini kami hadir untuk membantu warga di sekitar musala Al-Hidayah supaya mereka nyaman dan tenang dalam melaksanakan ibadah,” kata Faqih.

Faqih berharap, upaya revitalisasi Musala Nur Hidayah dalam kegiatan ANSOR kali ini dapat berjalan lancar tanpa kendala, sehingga hasilnya bisa bermanfaat untuk masyarakat ke depannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *