KOTA BEKASI detikinformasi.com : Di sebuah sudut Kota Bekasi, suasana Aula Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang (UMBK) pada Ahad, 18 Oktober 2026 terasa begitu hangat dan berenergi. Sejak pagi pukul 08.30 WIB, 73 orang perempuan tangguh dan penuh semangat Berasal dari utusan Majelis Lembaga PDA Kota Bekasi, utusan 14 PCA se-Kota Bekasi, utusan PDNA Kota Bekasi, utusan Amal Usaha Aisyiyah Muhammadiyah Kota Bekasi dan simpatisan Aisyiyah. berkumpul mereka untuk menimba ilmu.
Hari itu, Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Bekasi mengunggah semangat baru lewat pelatihan bernas bertajuk “How to Be a Professional Master of Ceremony”.
Bukan sekadar pelatihan biasa, agenda ini menghadirkan sosok komunikator andal, Leila Ratnasari, M.I.KOM, CT, CPS, yang siap mengupas tuntas rahasia di balik panggung dan mikrofon. Setiap ketukan kalimat dan teknik panggung diajarkan untuk memoles kemampuan para peserta agar makin piawai memandu acara formal maupun non-formal. Acara makin seru karena dipandu oleh Diah Lestari Budiarti, SKM.,M.M yang wajahnya mirip dengan narasumber sehingga sering disapa upinah dan ipinah.
Langkah ini bukanlah tanpa alasan mendasar. Ketua PDA Kota Bekasi, Dra. Enny Pristini, mengungkapkan betapa pentingnya ruang belajar ini sebagai pilar penguatan kualitas kader. Bagi beliau, melatih keterampilan memandu acara adalah bentuk nyata investasi sumber daya manusia.
“Ini adalah satu upaya dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Bekasi untuk meningkatkan kemampuan sumber daya insani, terutama dalam bidang Master of Ceremony,” ungkap Dra. Enny Pristini dengan raut penuh harap. Beliau menegaskan bahwa panggung MC bukan cuma tempat berdiri dan berbicara, melainkan jembatan dakwah dan ruang pemupuk rasa percaya diri. “Tujuannya tidak hanya untuk menjadi MC profesional, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri warga dan kader ‘Aisyiyah, sekaligus menjadi sarana dakwah dengan tutur kata yang santun dan efektif.”
Harapan besar pun digantungkan agar kelak, ketika ‘Aisyiyah maupun Muhammadiyah menggelar helatan besar, lahir jajaran MC andal yang tumbuh dan besar dari rahim kaderisasi sendiri.
Gema manfaat tersebut dirasakan langsung oleh para peserta yang hadir. Rusmiati, Ketua PCA Kaliabang Tengah, datang memboyong rombongannya dengan niat lurus untuk naik kelas. Ia melihat pelatihan ini sebagai pemantik agar performa memandu acara yang selama ini terkesan biasa bisa melesat lebih anggun dan memesona.
Ungkapan gembira juga meletup dari duo peserta, Dwi Ayu dan Neginacitara. Wajah sumringah mereka tak bisa menyembunyikan rasa puas atas pengalaman berharga yang didapat. Kesempatan langsung untuk berlatih public speaking serta petikan tips praktis di lokasi membuat mereka semakin mantap menatap panggung-panggung berikutnya, sembari berharap estafet keilmuan ini bisa terus mengalir hingga ke generasi Nasyiatul ‘Aisyiyah.
Senada dengan itu, Lorena dari PCA Medan Satria mengekspresikan rasa syukurnya. Berada di ruang pelatihan baginya seperti mencharge energi dan menambah wawasan baru. Karena padatnya agenda keorganisasian dan kemasyarakatan yang harus mereka pandu, ilmu mastering ceremony ini menjadi bekal yang amat sangat bernilai.
Selain dilatih bagaimana menjadi MC yang profesional, peserta juga mendapatkan edukasi tentang penampilan yang elegan, bersih dan wangi oleh CLEAN and CLEAN dengan menggunakan produk dari clean and clean untuk mencuci pakaian agar busana nyaman dipakai karena bersih dan wangi tidak ada noda, ingat sebelum bicara seorang MC dibaca oleh audiens penampilannya, papar Arini (BA Clean and Clean).
Akhirnya acara ditutup pada pukul sekitar pukul 14.45 WIB, senyum puas dan binar optimisme terpancar dari setiap wajah yang melangkah keluar dari ruangan. Hari itu di Bekasi, sebuah langkah kecil dakwah lewat kata dan tutur bermakna telah berhasil dipatrikan. (Linov)