CIKARANG — Proses hijrah dan pembenahan diri menemukan momentumnya di Lapas Kelas IIA Cikarang. Sebanyak 50 warga binaan dengan penuh semangat mengikuti program sosial layanan hapus tato gratis yang diinisiasi oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ Al Kahfi), Rabu (29/7).
Bagi para peserta, kegiatan ini bukan sekadar prosedur fisik untuk membersihkan kulit. Lebih dari itu, menghapus tato dimaknai sebagai langkah awal spiritual untuk menghapus masa lalu dan menyongsong masa depan yang lebih bersih saat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.
Simbol Ketulusan untuk Memulai Lembaran Baru
Suasana penuh haru dan antusiasme terlihat jelas sejak pagi hari di lokasi kegiatan. Para warga binaan rela mengantre demi mendapatkan giliran penanganan. Sebagian besar peserta mengungkapkan rasa syukuran yang mendalam karena program ini memberi mereka harapan nyata untuk diterima kembali tanpa sekat stigma sosial.
Direktur LAZ Al Kahfi, Wahid Aminudin, menjelaskan bahwa program ini murni didedikasikan untuk membersamai masyarakat yang berniat sungguh-sungguh memperbaiki diri.
“Kami percaya setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Program ini bukan hanya tentang menghapus tato, tetapi juga menghadirkan harapan, semangat baru, dan menguatkan keyakinan bahwa masa depan seseorang tidak ditentukan oleh masa lalunya,” tutur Wahid.
Membangun Mental dan Spiritual Warga Binaan
Kehadiran LAZ Al Kahfi di Lapas Cikarang mendapat apresiasi tinggi karena dinilai melengkapi program pembinaan yang sudah berjalan. Pendekatan humanis seperti ini diyakini mampu memperkuat mental dan spiritual para warga binaan.
-
Pemberian Kesempatan Kedua: Membantu memfasilitasi niat hijrah yang seringkali terkendala oleh biaya atau akses layanan medis.
-
Penguatan Moral: Menumbuhkan kepercayaan diri agar para warga binaan tidak merasa dikucilkan dari lingkungan sosial.
-
Kolaborasi Laporan Jangka Panjang: Membuka ruang bagi lembaga kemanusiaan lain untuk turut berkontribusi dalam program rehabilitasi sosial di lembaga pemasyarakatan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi bagian dari proses pembinaan yang menyeluruh, sehingga para warga binaan memiliki bekal moral, mental, dan spiritual ketika kembali ke masyarakat,” pungkas Wahid.
Melalui aksi nyata ini, LAZ Al Kahfi terus meneguhkan perannya sebagai motor kebaikan yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat, menebar optimisme, serta merangkul mereka yang ingin bangkit menuju jalan kebaikan. (Goldy)