SUNTER, JAKARTA — Riung tawa dan peluk hangat mewarnai Ballroom Hotel IBIS Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (31/10/2026). Langkah-langkah kaki lintas generasi mendatangi tempat yang sama dengan satu ikatan emosional yang kuat: almamater SMPN 95 Jakarta. Dari alumni senior angkatan 1975 hingga wisudawan termuda angkatan 2026, sebanyak 32 angkatan dari total 52 angkatan berkumpul menyatu, memastikan kuorum Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni SMPN 95 (IKASELI) terpenuhi dengan megah.
Sebelum roda organisasi diputar, acara dibuka dengan momen penyucian niat dan rasa syukur. Sebuah tumpeng megah dipotong di hadapan para tamu VIP—sosok-sosok berdedikasi yang pernah mengabdi di barisan depan kelas: para Guru dan Kepala Sekolah SMPN 95 Jakarta. Potongan tumpeng pertama diserahkan sebagai bentuk takzim dan penghormatan setinggi-tingginya atas jasa para pendidik yang telah menempa karakter para alumni hingga meraih kesuksesan hari ini.
Atmosfer penuh kehangatan itu menjadi pengantar sempurna menuju agenda krusial Mubes. Saat ruang sidang dibuka, tidak ada keraguan maupun riak perdebatan. Seluruh perwakilan angkatan melayangkan pandangan penuh kepuasan pada kinerja IKASELI sejak pertama kali berdiri di bawah komando Dr. Omay Chusmayadi. Rekam jejak kepemimpinan Bang Omay—sapaan akrab yang penuh kehangatan di mata para alumni—dinilai berhasil merajut komunikasi antar-generasi dan membawa kebermanfaatan nyata bagi alumni maupun sekolah.
Ketika nama calon ketua umum dipanggil, Dr. Omay Chusmayadi berdiri sebagai calon tunggal. Tanpa keraguan, persidangan memutus secara aklamasi: Bang Omay resmi kembali memimpin IKASELI untuk masa bakti 2026–2030.
Palu sidang diketok diiringi tepuk tangan bergemuruh dari 32 angkatan yang hadir. Sorak kepuasan atas fondasi yang telah dibangun Bang Omay kini berubah menjadi optimisme baru. Di bawah naungan kepemimpinan yang berlanjut ini, IKASELI siap berlari lebih kencang, mempererat tali silaturahmi, dan mengukir lebih banyak karya nyata untuk almamater tercinta. (Linov)